4 years ago…

4 tahun lalu gak nyangka bakal jadi Farahdina Almas yang sekarang. Emang yang sekarang kenapa? Apakah lebih baik dari sebelumnya? Hahaha, coba dibaca dulu sampai habis.

Postingan ini mungkin bakalan agak melankolis dikit yah… Kuliah mengajari gue banyak hal, mengajari gue artinya perjuangan, memberikan gue banyak teman, menjadikan gue lebih kuat dan pada akhirnya gue mengetahui dengan pasti apa yang gue mau di hidup ini di masa gue kuliah. Gue bukan orang yang kaya dan tajir mampus, tapi gue bersyukur karena Tuhan mencukupkan yang ada. Oke langsung mulai yuk ceritanya.

Semasa SMA gue adalah orang yang manja, gak suka belajar, hobby nya main, gak pernah mikirin kesusahan orang tua bayarin gue sekolah, masih minta uang jajan tanpa ada usaha untuk menabung, bisanya cuman nuntut hak gue sebagai anak aja, dsb. Dulu, bagi gue sekolah itu kewajiban yang memuakkan, pengen cepat-cepat lulus, kalo bisa langsung nikah (?) wkakakak. Tetapi, semenjak kuliah semua pandangan gue tentang pendidikan berubah. Kenapa bisa berubah?

Gue adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, dan di atas gue ada seorang kakak perempuan gue yang cantik, baik dan berhasil menjadi mahasiswa UI. Bayangin bagaimana ekspektasi nyokap ke gue untuk masuk di UI juga mengikuti jejak kakak gue, dan kala itu gue Percaya Diri sampai ikut SNMPTN, dibayarin ikut tes intensif sama nyokap, selama 6 bulan terakhir belajar dengan keras dan giat buat lolos tes tersebut. Makanya percaya diri dan nekat gak daftar di kuliah swasta manapun karena percaya diri akan lolos di UI. Ternyata setelah tes SNMPTN 2012 yang gue ikuti, gue gak lolos pada pilihan pertama gue, Komunikasi UI, tetapi lolos di Pariwisata Udayana Bali. Di kala itu pas dapet pengumuman gue sampai nangis, tapi gue tetap ikut SIMAK, dan ternyata gak lolos juga. Di titik itu gue gak ada pilihan lain selain ke Bali, dan kuliah disana.

Singkatnya, gue hanya kuliah di Bali selama 5 bulan lebih. Di Bali ini gue bersyukur ketemu banyak teman yang baik-baik, bahkan disinilah gue belajar betapa pentingnya menjadi pribadi yang ramah, empati dan tentunya hemat. Sampai di 2 minggu pertama gue sampai di Bali gue tiap malem nangis. Bayangin dah tuh, semanja apa gue kan, semuanya diurus sendiri, makanan juga, apapun deh. Tapi, bertahan 5 bulan dan akhirnya memutuskan pindah, karena ada beberapa factor, ya culture shock iya, kesuliitan mobilitas, karena nyokap gak kasih kendaraan pribadi, disana juga belom ada gojek grab angkutan umum pun masih disosialisasikan, ditambah gue bilang ke nyokap gue masih mau belajar lagi untuk bisa masuk UI aja di tahun berikutnya.

Akhirnya dengan segala negosiasi, diskusi dan pemikiran panjang, Gue pun berhenti dan pindah ke Tangerang. Di sela-sela gue nunggu itu, gue akhirnya memutuskan di BINUS, hanya karena alasan yaudah dekat rumah… Lol. Singkatnya daftar lah gue di BINUS, ikut online test dan lain-lain. Keterima. Tapi, itu gak berjalan mulus, setelah gue keterima ada biaya masuk sebesar 23 juta yang harus dibayarkan. Bagi sebagian orang duit itu kecil aja nominalnya.

Tapi, bagi keluarga gue kala itu yang lagi dilanda kesulitan ekonomi itu nominal yang cukup berat. Sampai pada akhirnya keluar statement dari nyokap, “Din gak usah kuliah aja yah, aku pun gak kuliah, bisa punya took, dll” Gue paham betul kondisi saat itu dan mencoba ikhlas dan gak menunjukkan sikap kesal atau marah ke nyokap, apalagi waktu itu lagi aktif ikut seminar jadi agen asuransi. Gue yakin gak harus punya pendidikan tinggi, gue bisa sukses jadi agen asuransi, dan gue bahkan udah ikut tes AAJI, tes menjadi agen asuransi dan lolos. However, di kesedihan gue, gue baca satu ayat yang sampai sekarang gue inget banget;

Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, m bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pas baca itu gue nangis dan Gue hanya bisa doa, karena yang gue pikirkan saat itu adalah malu banget kalau sampai gak kuliah, padahal dari dulu pengen banget rasain gimana menjadi anak kuliah, ikut organisasi A, B, C sampai Z ….

Dan miracle happens…. Gue gak tau gimana, gue lupa, tiba-tiba nyokap diberikan rejeki itu, tiba-tiba dana yang 23 juta tersebut bisa dilunasi. Dan akhirnya resmi lah gue di BINUS.

Kesimpulan dari segala perjalanan hidup yang gue ceritakan di atas adalah bahwa kegagalan gue masukk UI, kesulitan biaya gue untuk masuk kuliah semakin menjadi motivasi gue untuk sukses dan membuat gue GAK MAU menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Tuhan berikan. Jadilah di kuliah ini gue lebih berusaha ketimbang pas gue SMA. Gue bahkan mendaftarkan diri jadi mentor sehingga dapat potongan pembayaran tiap semester, menjadi Asisten Lab yang diberikan benefit berupa uang saku. Gue juga aktif memperluas networking, ikut banyak kegiatan di luar kampus juga, beberapa ikut lomba-lomba untuk mahasiswa. Bahkan kala liburan gue tetp kerja SPG-an buat mendapat tambahan uang. Hahahaha.

Gue bersyukur banget lah, di segala kekurangan dan situasi yang Tuhan izinkan terjadi di hidup ini, Gue bisa lolos… Puji Tuhan banget. Gue percaya Tuhan masih akan mengejutkan gue dengan rencana-rencana nya yang luar biasa dalam hidup gue. Terima Kasih untuk 4 tahun mengangumkan ini. Terima kasih kepada teman-teman yang menjadi bagian dari hidup gue ini. Gue gak bisa memberikan apapun selain ucapan terima kasih dan doa untuk kesuksesan kalian serta hubungan pertemanan kita.

Terima Kasih kepada mama yang mencintai tanpa syarat, berkorban begitu banyak demi kebahagiaan anaknya, dan you made it ma… semua anak mama bisa memiliki pendidikan yang tinggi. Kita belum bisa beliin rumah atau apa, tapi semoga kelulusan kami membuat mama sukacita juga. I love you maaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s