Hati hati penipuan

#SHARING Teman2, saya akan sedikit share sesuatu yang menurut saya penting. Maaf, kalau agak panjang, but i thought this one is really really important. 
Kalau kamu pengguna kartu kredit yang newbie, baru diaktifkan beberapa hari ini, sebaiknya hati2. Saya baru saja hampir kena tipu berkedok akan memberikan kartu diskon seumur hidup. Modusnya gilaa bener2 rapi dan ga terduga. Mereka juga claim kalau mereka perusahaan trusted. Hampir aja saya goyah dan bisa-bisa uang melayang, tapi Alhamdulillah Allah masih melindungi saya. 

Kira-kira begini percakapan saya tadi.
Pagi tadi, 23 September 2015, pukul 10:45, saya habis selesai ngasdos, dan tiba-tiba dihubungi oleh nomor 021 8351919. Karena ini nomor Jakarta, dan persepsi saya seringkali nomor kantor Jakarta merupakan nomor kantor penting untuk tawaran kerja atau tentang bisnis. Tentu saja saya angkat. 
Masnya: Halo, dengan Ibu Tyas Ajeng Nastiti?

Saya: Betul, dengan siapa ini?

Masnya: Saya dengan (saya lupa namanya siapa), Ibu, apa Ibu sudah terima kartu kredit nya?

Saya: Oh iya sudah mas..

Masnya: Bagaimana kartunya ibu? tidak ada masalah kan? 

Saya: Nggak kok. ada apa ya mas? (karna dia nanya2 kartu, saya pikir dia dari Bank yg menerbitkan Kartu kredit saya, makanya saya masih sante aja)

Masnya: Oh begini bu, jadi kami ingin menginformasikan bahwa ibu akan mendapatkan kartu multiply discount yang bisa menjadi kartu diskon diseluruh merchant yang menerima pembayaran melalui Visa, ibu. Kartu Ibu berlogo Visa kan?

Saya: Iya mas, saya dapat kartu visa. oh bgitu.. discount apa mas?

Masnya: wah macam2 bu. Untuk semua merchant bisa mendapat discount 20-50%. Semua merchant kami berjumlah lebih dari 900 diseluruh Indonesia. 

Saya: (mulai tergiurr kan ya?) Ah yang bener? semua?

Masnya: Iya, bahkan nanti Ibu juga akan dapat voucher hotel dan diskon tiket pesawat juga.. (serius masnya ga ada nada2 menipu, kaya CS bank banget)

Bagaimana bu? kartunya bisa saya kirim sekarang juga ke alamat ibu di Surabaya.. masih di xxxxxx (dia nyebutin dong alamat saya sesuai KTP, dan saya makin yakin oh ini kayaknya beneran dr Bank).

Saya: Oh boleh deh masss.. terus abonemen bulanannya gmana mas? apa itu berupa kartu kredit?

Masnya: Bukan ibu, ini berupa kartu diskon, jadi ibu tinggal tunjukkan saja kartunya ketika belanja.. (Anyiing, ini bener apa ada kartu kaya gitu? sakti amat).

Dan untuk Ibu Tyas, karena ibu merupakan salah satu nasabah prioritas penerima kartu ini, maka ibu kami bebaskan biaya seumur hidup.. ibu hanya perlu membayar tax service nya saja… dan itu hanya sekali, sebesar 1,9 juta ibu dan bisa dicicil.

pada detik ini, saya belum curiga, tapi mulai agak ga yakin karena saya baru aja aktifin kartu kredit ini 3 hari dan dia sudah bilang saya nasabah prioritass ??? WAHT THEE.. saya mulai gusar sebenarnya, namun sejujurnya, saya sedang tidak terlalu enak badan saat itu. Jadi, entah kenapa saya agak terhanyut dan tertarik sama penawaran masnya.

Saya: Bayar nya gmana mas?

Masnya: Nanti bisa dicicil kok bu… ibu bsa pilih 6 bulan atau 12 bulan.. jadi ringan kan… dan itu juga berupa deposit, jadi nanti akan dikembalikan kok.

wah lumayan ini pikir saya. yaudah deh aku iya in aja.

Saya: oke mas, kirim aja, tapi sy lagi ga di Surabaya, posisi saya skrg lagi di Bandung sampe bulan depan. Jadi kalau dikirim ke Surabaya, kirim saja, ada orang rumah.

Masnya: Oh gabisa bu, harus langsung ibu yang menerima karna harus ada tanda tangannya. Ibu di bandung? apa bisa saya kirim di Bandung?

Saya: Oh ya gapapa, 

dannnn dengan bodohnya saya memberi alamat di Bandung. 
kemudian saya ada kelas, dan saya meminta dia menelpon lagi kemudian karena saya harus masuk kelas.
Beneran, sekitar jam 2:31 siang, ada telepon lagi. Nomornya berubah jadi 021 8091189. Masnya juga berubah. Yang tadi pagi telpon lebih ramah yang ini bener-bener kelihatan grusa-grusu. Dan, semua informasi yang diberikan tadi berbeda dengan yang diberikan mas yang baru ini. 

Masnya: Halo Ibu Tyas, jadi ini kartu akan dikirim ke alamat ibu di Bandung di xxxxx ini ya?

Saya: Iya mas, kemudian saya bisa dijelaskan lagi tentang kartu ini?

Masnya: Iya ibu, jadi bersama kartu diskon ini, ibu akan dapat langsung voucher menginap 3 malam di Hotel Byat (apa ga jelass gitu nyebutnya), di Ubud, Bali. Dan ibu juga dapat diskon untuk pembelian tiket pesawat ke seluruh destinasi. 

Saya: Lho ini jadinya diskon hotel atau merchant visa.. saya kok jadi bingung karena penawaran mas beda dengan yang tadi pagi telpon. (saya mulai curiga dan menyadari ada yg ngga beres). 

Masnya: Lho sama ibu, jadi begini lho, kartu ini bisa dipakai selama 10 tahun ibu, ibu bisa pakai kapanpun untuk apapun, dan voucher hotelnya juga jangkanya 5 tahun ibu, ga harus dipakai segera. Ibu cukup bayar tax service sebesar 2,4 juta saja dan dicicil 12 bulan bu.

Saya: Lho katanya tadi 1,9 juta kok jadi 2,4 juta ini gmanaa? (mulai ngeh kalau ini ga beres)

Masnya: Iya ibu, ini kan disesuaikan dengan kartu kredit ibu. Ibu pegang kartu gold kan? (Daan lagi2 dia tahu kondisi kartu saya).

Saya: Wah, saya jadi ragu ini mas.. karena sejujurnya saya ga perlu2 banget voucher nginep di hotel, apalagi di Bali 

Masnya: (mulai kesel kayaknya dia) Lho ibu ini gmana, ini kan vouchernya bisa dipakai sampai 5 tahun ibu… ga harus sekarang. dan posisinya ibu ini sudah terdaftar online, jadi penagihan sebesar 2,450,000 akan ibu terima di tagihan bulan depan.
DAMN! disini aku mulai kesel dan bener2 nggak mood ngeladenin, tapi gertakan dia bahwa ada penagihan dibulan depan bikin kesel dan takut juga. 
Saya: Saya ga jadi deh mas pakai fasiltas kartunya.

Masnya: Nggak bisa ibu, karena ini akan segera dikirim. boleh ibu kami kroscek datanya, nomor kartu ibu bisa disebutkan.. 4xxx (dia menyebutkan 4 nomor kartu awal saya dengan benar, dan sontak saya kok menyebutkan nomor kartu saya, rasanya kayak mau aja nyebutin, OH NO, JANGAN2 SAYA KENA GENDAM!!!)

Masnya: Oke Ibu, saya akan segera alihkan ke bagian reservasi hotel untuk konfirmasi penerimaan vouchernya di Hotel di Ubud Bali.
JENG!

dia bilang mau alihkan, tapi kaya cuma sedetik, ada orang lain yang bicara dibelakang telpon. Disini saya sudah yakin bahwa ini ga beres dan saya harus sudahi telepon. Mas yang berikutnya, ngomongnya dibuat kaya seolah-olah orang Bali plus dia kaya banci ngomongnya. entah kenapa, ini yang justru bikin saya yakin ini GA BERES.

MasBanci: Halo, Ibu, apakabar? ibu ini untuk kartu diskonnya dan vouchernya akan dikirim langsung ya ibu ke alamat ibu.

Saya: Maaf mas, saya nggak jadi terima kartunya. LANGSUNG SAYA TUTUP TELPON.
Kaya linglung, saya baru sadar bahwa telpon barusan menghabiskan waktu hampir 15 menit. kemudian ngga lama ada sms masuk ke saya. (capture percakapan sms dan nomor masnya saya sertakan). Di percakapan sms itu, Mas nya bahkan seperti meyakinkan lagi, pura2 memberi pin BBM. Ohiya, nama nya Agus, waktu pin BBM saya add juga namanya Agus dengan foto banyak orang (akan saya tambahkan juga profile picture Masnya). Ini ngeri banget sih, penipuannya rapi banget dan mainin psikologi. 
Saya nggak takut mereka gertak, karena sampai di titik ini, saya yakin saya benar. Akhirnya saya sgera telpon call center Bank terkait dan melakukan pemblokiran. Dan Alhamdulillah menurut pihak bank, last transaction saya masih sesuai dengan transaksi yang saya memang lakukan. 
Malem ini saya browsing, dan ternyata menemukan banyak sekali blog yang bercerita pengalaman serupa dengan saya. Dan sedihnya banyak yang tertipu. Ternyata modus penipuannya belum terjadi ke saya, Nanti, ketika kurir datang, disitulah mereka melakukan penipuan. Mereka akan membawa mesin EDC dan akan melakukan penggesekan kartu kredit kita, sebagai biaya awal tax service kartu. Dan jika itu terjadi, ENG ING ENG, LUDES LAH UANG KITAAAA! DAMNN! Jaman sekarang ya, masih ada aja yang cari uang haram. Ya Allah, siapapun mereka, berilah mereka hidayah serta kehidupan yang lebih bermakna. 
Saya share ini karena jujur aja SAYA GEMEEESSS BANGETTTT, Alhamdulillah, Terimakasih saya belum kena tipu, dan saya ingin semua friend list saya juga tidak tertipu. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat, khususnya bagi pemegang kartu kredit baru. Saya langsung dinasehati ibu saya, “Makanya jangan keiming-iming apa yang serba diskon, serba gratis.. di dunia ini ngga ada yang bisa gratis dan diskon besar… jangan kedunyan, diiming-iming langsung mau.. Hiduplah sesuai kemampuan” huhuhu Iya buuuu….
Ini saya sertakan juga beberapa link blog peristiwa serupa:
http://fatimanism.blogspot.co.id/2015/01/penipuan-berkedok-kupon-diskon-diestro.html
https://tcpangestu.wordpress.com/2015/01/17/hati-hati-penipuan-kartu-kredit-modus-kartu-diskon-dan-voucher-hotel/
https://ceritagajahkecil.wordpress.com/2012/03/24/penipuan-kartu-diskon-pada-credit-card-visa/
http://pancakestime.com/2010/03/08/waspadai-bahaya-penipuan/
dan masih banyak lagiii silahkan googling saja.. dan serius banyak korbannya. sedih sekali negarakuuu ya Allah..
Ohiya, satu juga yang saya sayangkan, kok bisa ya data-data pribadi saya ini bocor ke pihak selain Bank? dan mereka tahu saya baru aktifkan kartu kredit. Tentunya ini ada yang ngga beres, saya curiga orang dalam bank bisa jadi salah satu pelakunya (maybe), InsyaAllah akan segera saya laporkan ke Bank terkait agar segera ditindak lanjuti.
Semoga kita semua selalu dilindungi Allah dari hal-hal seperti ini..

Mari berlomba-lomba mencari rejeki halal yaa..
😀

Repost from https://www.facebook.com/tyas.nastiti/posts/10208027568312767

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s